Swis Van Java
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ini cerita tentang perjuangan menjejakkan kaki di Gunung Cikuray. Sebuah perjalanan teramat seru.. Penasaran? yoo wis, yuuuk lanjut… :D
![]() |
| Gunung Cikuray dari Papandayan |
Cikuray merupakan gunung yang terletak di kabupaten Garut, Jawa Barat dan memiliki ketinggian 2821 mdpl. Gunung ini memiliki karakter yang khas, dimana treknya dari awal terus menanjak nyaris tanpa bonus dan sangat curam, sehingga sangat menarik untuk didaki. Hal inilah yang mendorong kita melakukan pendakian ke Gunung Cikuray pada 18-20 Februari 2015 lalu selain memang karena gunung-gunung lain ditutup..
![]() |
| gunung Cikuray dari Papandayan sore hari |
Nampaknya saya punya ketertarikan tersendiri di Kota ini, sering sekali mengunjungi kota dodol ini. Kami melakukan pendakian lagi di musim hujan, dimana kebanyakan orang mengurungkan niat untuk mengunjungi daerah ketinggian dan asik menghabiskan waktu di rumah, tidur. Hujan memang satu hal yg kusuka.. he he.. Restu orang tua dan doa orang-orang terdekat menjadi bekal tenaga paling mantap..
![]() |
| Tanjakan pemanasan Cikuray |
Meeting point kita di Stadion Galuh dan berangkat jam 15.00. Tim beranggotakan 8 orang keren yang siap melawan hujan berangkat. Hujan mulai menyapa ketika perjalanan memasuki Pancasila Tasik. Sampai di Kecamatan Cilawu hari sudah gelap. Meski tanya sana sini kita malah salah masuk jalur. Jalan yang kita pakai malah jalan yang memutar. Jiwa adventure kita malah semakin membara setelah menemukan jalan yang begitu menantang. Medan yang berkelok, rusak dan paduan perkebunan teh yang elok. Target relay Televisi yang berada di perkebunan teh Dayeuh Manggung. Meski gelap, tetap pemandangan indah kita dapatkan. Waaahhhh remang-remang hijaunya begitu luas membentang. Dimana-mana hijau yang diselimuti kabut dan dari kejauhan terlihat kelap kelip cahaya lampu. Hijau yang sejuk. Semakin malam, otomatis yang ada hanyalah siluet bukit dan hitam. Tapi tetep roda-roda tangguh itu sanggup melahap trek yang curam dan berlubang. Seandainya mobil yang kita tumpangi bisa ngomong, mungkin dia nangis menjerit kelelahan minta berhenti sejenak mengambil nafas. Huahahaha saking gilanya trek yang dilewati.
![]() |
| Pos Pemancar di kebun teh Cikuray |
Akhirnya tibalah kita di relay televisi. Parkirkan mobil dan membuka perbekalan karena perut protes dari tadi. Semangat tetap menyala untuk melakukan pendakian malam hari melawan dingin dan keangkeran Gunung Cikuray. Repacking dan do’a memohon keselamatan mengawali perjalanan kita. Diterangi headlamp langkah demi langkah kita pijakan kaki ditanah yg basah terguyur hujan. Track awal yang berupa kebun teh menggiring kita menuju pintu hutan. Saat itu saya sempat agak pusing, mungkin karena lama tidak naik gunung dan beban keril yang dipikul dan tangan yang menenteng bekal makanan, kemudian begitu kembali ke alam langsung disuguhi track menantang, kaget. Setibanya di pos 1 diharuskan mengisi pendaftaran dan ternyata mereka menyarankan kita membatalkan pendakian di malam hari. Selain amat beresiko ternyata banyak pendaki yang nyasar dan kesurupan di pos 3 yang memang angker.
Kita putuskan untuk ngecamp di sekitar pos 1 dengan dibelakang warung disebuah bukit. 3 tenda sudah didirikan dan tak terlewat godaan menikmati secangkir kopi ditengah rintik hujan didedapan tenda. Sungguh suasana malam yang indah.
![]() |
| ngecamp malam pertama dekat pos 1 Cikuray |
Terbangun dari tidur yang sangat pulas setelah menempuh perjalanan mengitari perkebunan teh. Disuguhi hamparan kebun teh hijau. Kabut kerap membelai bumi, mesra dan penuh keagungan. Kutatap Cikuray bertahta arakan mega-mega sambil menyeruput kopi yang kunikmati sendiri. Karena teman-teman yang lain masih terbuai di dalam mimpinya masing-masing.
![]() |
| Pagi Kebun teh disuguhi hamparan kebun teh hijau |
Sunrise yang ditunggu-tunggu ternyata tidak juga muncul karena tertutup kabut tebal, karena memang hujan rintik belum juga reda. Hari mulai terang, tidak seperti tadi malam. Udara masih dingin, asri perkebunan teh mulai terasa di pagi itu. Ngopi, sarapan, dan sekedar berfoto mengisi pagi itu haha. Menu sederhana ala anak gunung, nasi, mie dan sarden begitu nikmat kita lahap tak tersisa.
![]() |
| Masakan ala anak gununng. Cikuray |
![]() |
| Siap berangkat ke puncak Gunung Cikuray |
Okai.. Sebelum berangkat mari kita berdoa dulu. Setelah menyantap makanan, packing dan buang air . . . kita pun segera melakukan persiapan. Sumber air terakhir hanya ada di kaki gunung, ya di perkebunan teh Dayeuh Manggung ini. Jadi air yang dibawa harus cukup sampai esok kita turun lagi.
Tuhan, hari ini kami kembali datang untuk menikmati noktah-noktah surgaMu. Sederhana saja, merentangkan tangan dan meresapi suasana di atas salah satu puncak yang menyimpan keindahanMu. Kami panjatkan jutaan harap, sesampainya di sana mohon mata ini jangan dulu terlelap. Sempatkan lah kami bersitatap dengan paras kebesaranMu.
Tuhan, kami menghamba sebagai hambaMu. Mengharapkan kemurahan hatiMu. Merestui kami dalam perjalanan ini.
Tuhan, kami menghamba sebagai hambaMu. Mengharapkan kemurahan hatiMu. Merestui kami dalam perjalanan ini.
Dengan diiringi doa dan semangat membara. . . Gaaaaaaaas nanjaak!!!!!!
Perjalanan dimulai.
![]() |
| Tanjakan Wak Waw Cikuray |
Medan masih belum terlalu sulit. Tapi tetap menanjak. Semakin naik, semakin indah pemirsa. Ketika jalan makin menanjak, panoramanya makin menakjubkan. Ya, itulah naik gunung. Perkebunan teh nampak jelas terhampar. Hijau, sejuk dan segar. Kadang ada kabut yang melintas pelan. Kesan mistis pun tercipta. Ayo nanjaakkkk meski tetap hujan.
Seperti gunung di Jawa Barat pada umumnya, begitu juga dengan Cikuray. Tidak ada bonus. Berjalan dengan 4 kaki, haha karena kedua tangan wajib ikut bekerja keras mengangkat berpegangan pada akar, batang pohon dan bebatuan. Nanjak terus curam tinggi dan licin . . . paling ada bonus hanya 2-3 meter. Habis itu jalan kembali nanjak dengan medan berakar dan berbatu. Cikuray masih bujang, hutan cukup rapat. Tapi sayang banyak pendaki yang nyampah. Memalukan sampah berserakan.
Karena makin ke atas makin nanjak medannya, otomatis.. energi tim 8 orang keren berubah menjadi 8 orang sempoyongan. Tempo kita bagi menjadi 15 menit jalan, 2 menit break. Hahaha. maklum lah, namanya juga naik gunung. Nggak ada itu naik gunung enak. Kalau enak ya tidur aja di kamar sambil ngemil dan nonton. Tapi kalau nyampe puncaknya, bro subhanallah..
![]() |
| Sepanjang jalan menuju puncak seperti inilah trek Cikuray |
Tenaga makin menipis, tim 8 orang keren mulai ngos-ngosan. Makanya kita break dulu sejenak untuk menghimpun tenaga kembali sambil ngemil. Ada permen, coklat dan biskuit serta nggak ketinggala. perbincangan-perbincangan yang menemani kita selama perjalanan. Langkah kita semakin melambat, selain karena beban di punggung, tapi juga karena tanjakan yang seperti nggak ada habis-habisnya. Kemiringan medan yang membuat mental kita juga semakin miring. Tapi biar bagaimana pun, harus tetap berjuang. semangat, euy. Merdeka.
![]() |
| Break sejenak Cikuray |
Langkah mulai melemah. tapi semua harus kejar-kejaran dengan waktu.
Perjalanan kembali berlanjut . . . sesekali kita mendengar suara-suara binatang penghuni Cikuray seolah sedang bahagia menyambut kedatangan kita. Mereka bersahut-sahutan menambah semaraknya Cikuray.. Yang penting.. mereka di sana tetap tenang dan nggak melakukan serangan. Itu saja. Sapaan mereka sangat menghibur kita yang udah hampir tepar ini. Itu menandakan bahwa kedatangan kita disambut, dan mereka sangat ramah kepada kita . . . terbukti. Tidak ada serangan selama kita melakukan pendakian, hehehehe . . . kecuali serangan pada betis dan otot paha yang mulai soak.
Udah hampir 4 jam kita mendaki. Gak tau berapa rombongan yang berhsil kita salip. Haha maklum darah muda tenaga muda. Di kala dingin dan cuaca yang berubah-rubah itu, kita berharap puncak semakin dekat. Beberapa pos terlewat dan menyisakan pos 7 yakni puncak bayangan.
“Ayo, paling 20menitan lagi nyampe . . .” kata salah seorang dari pendaki yang turun. Tentu itu kembali membakar semangat kita.. . . Kita kembali melakukan perjalanan mendaki. Hujan masih mendera.
![]() |
| 10 menit jalan 2 menit break CIkuray |
“PUNCAAKKKK..” teriakkan menggema dari atas. terdengar itu sangat jelas.. langkah teman yang lain makin dipacu . . . puncak dekat. Beda dengan yang lain saya milih santai bareng mang Zian Zinun Dem Dem. . . next . . .
Welcome . . .
![]() |
| Awan berada di bawah kaki, Cikuray sore |
![]() |
| Cikuray sore meski hujan |
Rintiknya mulai deras, kabut menyambut. Candaan mereka bersahaja melucuti tubuh yang lelah. Hilang sudah semua penantian, kali ini langit dan bumi bermurah hati dengan caraNya.
Puncak 2818 mdpl. Puncak tertinggi Garut Swis van Java. Puncak berkabut menambah nuansa khusuk perasaan bangga dan haru. Senja .
Iring-iringan kabut menghalau senja untuk segera tiba. Mendung tiada cahaya. Hujan tiada reda. Namun Permadani awan masih setia menunggu kedatangan kami. Terimakasih Tuhan.
Selepas maghrib, hujan masih mengisi keceriaan kita yang udah nyampe puncak. Alhamdulillah ya puncak udah bisa diraih dalam waktu 5 jam. Padahal waktu baca di blog bilangnya puncak dapat diraih dalam waktu 7-12 jam. Alhamdulillah. rombongan kita yang sempoyongan bisa mencapainya dalam 5 jam. Thanks ya Allah. Sekarang, tinggal menikmati puncak bersama hangatnya kebersamaan.
Musik, ngobrol, dan bercengkrama dengan pendaki lain disuatu shlter bangunan yang entah bangunan apa awalnya. Obrolan terus berlanjut dalam suasana hujan. Ngobrol, ngemil, sambil dengerin lagu rege dll emang solusi mantab untuk memanipulasi otak agar nggak terfokus pada hujan dan dingin. Saling ledek, teriak-teriak, ngopi bareng dan tak terlewat menu ala anak gunung. Melawan dingin perut tidak boleh ksong bro. Tetap ceria dalam segala suasana, jangan sampai mental kita goyang dalam keadaan seperti ini. Yang buruk harus bisa dibikin indah.
Banyak pendaki lain yang bergabung. Rombongan dari Cirebon beranggotakan 5 orang terpisah dari 4 rekannya yang lain. Tenda meraka dibawa oleh 4 rekannya itu. Akhirnya kita pinjamkan tenda yang kita punya.
Sekitar pukul 8an malam . . . badai menyerang . . . Suara gemuruh terdengar jelas keadaan di luar, ketika para pendaki lain yang berjuang memindahkan dan menyelamatkan tenda dan harus bergulat dengan badai. Sumpah . . . ini malam Jumat Kliwon terlebay.
Terbayang santainya orang-orang rumahan yang asik ngopi dan nonton TV. Berbanding terbalik dengan malam Jumat versi 8 orang keren yang waktu itu lagi stay di puncak 2818nya Cikuray. Berteman hujan badai. Angin kencang berhembus masuk ruangan yang memang terbuka. Kita hanya bisa duduk memeluk lutut bersembunyi dalam Sleeping Bag masing-masing dan berdempetan satu sama lain. Tak ada satupun yang bias tertidur nyenyak, yang ada dala pikiran kita Cuma kapan dating pagi? Menunggu pagi seperti setahun kala itu. Ada pendaki lain yang tiba-tiba dating minta bergabung dan kedinginan.. sepertinya kena hypothermia, ditengah dempetan kita dia meracau kemana-kemana “ya allooooh, anjiiiiing, gobloooog’ semua dia sebut. Panik juga takut anak orang mati disitu tiba-tiba. Kaget juga ketika mendapat info jika terjadi hujan badai di Cikuray suhunya bisa -5 nyampe -10 derajat. Begitu tau itu jadi merasa keren. hehe
Hujan enggan reda. Badai masih membabibuta. Dingin merangkul raga. Kami isi dengan lagu dan cerita. Hingga kantuk dan lelah melanda. Kami putuskan untuk mengakhiri malam dengan menutup mata. Selamat tinggal jingga senja yang tiada sempat kami raba. Tapi kami yakin, esok akan lebih bermakna.
Inilah alasan kenapa harus ada badai
Hingga sekitar pukul 5 lebih. Kibong terbangun dan melihat keluar. Dia heboh melihat sunrise yang menyapa. Kita masih males bangun dan seolah tidak percaya akan apa yang dia tunjukan haha. Akhirnya satu persatu bangit juga melihat keluar dan ternyata memang benar. Tanpa pikir panjang, kita langsung keluar dan ternyata memang sudah banyak pendaki lain berburu sunrise.
Moment pendakian kali ini, almost perfect pemirsa. Hampir semua moment didapat. Nanjaknya, hujannya, badai pas di puncak dan yang terakhir . . . SUNRISE.
Kita 8 orang keren penakluk badai.. huahahaha :D
![]() |
| Sunrise |
Badai, berhembuslah sekencang-kencangnya . . . agar awan mendung itu hilang dan berganti cerah.
| sunrise yang tersenyum Cikuray |
Hari ini adalah hari terakhir kita di Cikuray. Setelah menikmati sunrise plus view kota Garut juga. Dari sini bisa terlihat puncak darajat dengan kepulan asapnya yang khas, gunung Papandayan. yang tadinya puncak Cikuray yang bisa kupandang dari tempat-tempat tadi, kini terbalik tempat-tempat memukau itu yang menjadi objek bidikan kameraku. Gunung-gunung lainnya serta gagahnya gunung Ceremai nan jauh disana. Tak terlewat terlihat pantai dengan ombak yang terlihat begitu jelas. Subhanalloh. Tapi sayang permadani awan tidak kita jumpai pagi itu. Tak apalah toh sudah kita dapatkan kemaren senja.
![]() |
| Sunrise Cikuray |
Sesuatu banget yah . . . mempesona. Badai tadi malam udah ilang terbawa dan berganti takjub. Rupanya malam tadi ada pertarungan hebat di puncak Cikuray, dan pagi tetap sebagai pemenang mutlak. okai, haru dan syukur terucap lirih di sela kebahagiaan karena langit dan bumi mau bermurah hati hari itu. ajiiiibbb . . . sundul!!!
Dalam hati berhasrat, suatu saat nanti akan kunikmati keindahan seperti ini berdampingan dengan seseorang yang ku kasihi. Siapa? Akupun tak tau.
Sarapan dengan biscuit, coklat dan makanan-makanan ringan pengganjal perut untuk bekal tenaga menuruni puncak. Menuruni punggung Cikuray nggak seperti menaikinya. Nggak terlalu banyak tenaga terkuras. Tapi yang ada adalah rasa pegal yang menjadi sisa-sisa dari perjuangan mendaki kemarin. Meski lama-lama terasa gemetaran waktu turun. Hehehe . . . tapi tetap kita berlarian seperti anak parkur. Lari loncat lari loncat melewati trek curam penuh akar dan batang pohon. Tak jarang pendaki lain mungkin dari Jakarta terkagum melihat kita. Karena memang banyak pendaki yang ngecamp dan baru mau naik pagi itu. Kita memutuskan berhenti dan memasak di dekat pos 2 yang agak sepi karena memang perut sudah tidak bisa diajak kompromi.
![]() | ||
| 8 Orang keren: Obie (penulis), Iqbal Kibong, Ucan, Zian, Bilma, Nazmi, Fahmi | .. Cikuray |
Waktu naik 5 jam, pas turun nyampe perkebunan teh hanya dalam waktu 2 jaman. Turunnya kita dari Cikuray disambut hangat oleh panorama kebun teh berselimut kabut. Berjalan santai membiarkan teman yang lain berjalan duluan sembari menikmati perkebunan teh yang jarang bisa dinikmatin.
Setibanya di pos 1 kita berhenti di sebuah warung dan bergantian ke WC umum haha.
| Musuh kami hanya rasa lelah, Cikuray |
Alhamdulillah, semua tim sehat dan bisa duduk santai menikmati kelokan dan curamnya jalanan yang didampingi hamparan kebun teh.. selamat pak supir giliran anda bekerja sendirian hehe.
Alhamdulillah, trip Cikuray berjalan lancar dan kita bisa kembali ke rumah masing-masing dengan selamat. Terima kasih semuanya. Trip ini sangat berkesan! Senang bisa ngabolang bareng kalian. Sampai jumpa di trip kece berikutnya. hehe.
Next: Insyaalloh Semeru Puncak para Dewa. Doakan saja guys
GEMA Cieurih



.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)







